Senin, 11 November 2019

MAKALAH PROSPEK KERJA MANAJEMEN PENDIDIKAN

Hasil gambar untuk prospek kerja manajemen pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Manajemen pendidikan adalah keseluruhan (proses) yang membuat sumber-sumber personil dan materiil sesuai yang tersedia dan efektif bagi tercapainya tujuan-tujuan bersama. Ia mengerjakan fungsi-fungsinya dengan jalan mempengaruhi perbuatan orang-orang. Proses ini meliputi perencanaan, organisasi, koordinasi, pengawasan, penyelenggaraan dan pelayanan dari segala sessuatu mengenai urusan sekolah yang langsung berhubungan dengan pendidikan seklah seperti kurikulum, guru, murid, metode-metode, alat-alat pelajaran, dan bimbingan. Juga soal-soal tentang tanah dan bangunan sekolah, perlengkapan, pembekalan, dan pembiayaan yang diperlukan penyelenggaraan pendidikan termasuk didalamnya.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian Dari Manajemen Pendidikan
2.      Apa Tujuan Dari Manajemen Pendidikan
3.      Bagaimana Prospek Kerja Manajemen Pendidikan

C.    Tujuan
1.      Untuk mengerahui Pengertian Dari Manajemen Pendidikan
2.      Untuk mengetahui Tujuan Dari Manajemen Pendidikan
3.      Untuk mengetahui Prospek Kerja Manajemen Pendidikan

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Manajemen Pendidikan
Manajemen Pendidikan dalam kamus bahasa Belanda-Indonesia disebutkan bahwa istilah manajemen berasal dari “administratie” yang berarti tata-usaha. Dalam pengertian manajemen tersebut, administrasi menunjuk pada pekerjaan tulis-menulis di kantor. Pengertian inilah yang menyebabkan timbulnya contoh-contoh keluhan kelambatan manajemen yang sudah disinggung, karena manajemen dibatasi lingkupnya sebagai pekerjaan tulis-menulis.
Pengertian Manajemen Pendidikan Menurut Ahli
*      Menurut Leonard D. White, manajemen adalah segenap proses, biasanya terdapat pada semua kelompok baik usaha negara, pemerintah atau swasta, sipil atau militer secara besar-besaran atau secara kecil-kecilan.
*      Menurut The Liang Gie, manajemen adalah segenap proses penyelenggaraan dalam setiap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
 Lebih lanjut Mulyani A. Nurhadi menekankan adanya ciri-ciri atau pengertian Manajemen  Pendidikan yang terkandung dalam definisi tersebut sebagai berikut :
*      Manajemen merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan yang dilakukan dari, oleh dan bagi manusia.
*      Rangkaian kegiatan itu merupakan suatu proses pengelolaan dari suatu rangkaian kegiatan pendidikan yang sifatnya kompleks dan unik yang berbeda dengan tujuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya ; tujuan kegiatan pendidikan ini tidak terlepas daritujuan pendidikan secara umum dan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh suatu bangsa.
*      Proses pengelolaan itu dilakukan bersama oleh sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi sehingga kegiatannya harus dijaga agar tercipta kondisi kerja yang harmonis tanpa mengorbankan unsur-unsur manusia yang terlibat dalam kegiatan pendidikan itu.
*      Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, yang dalam hal ini meliputi tujuan yang bersifat umum (skala tujuan umum) dan yang diemban oleh tiap-tiap organisasi pendidikan (skala tujuan khusus).
*      Proses pengelolaan itu dilakukan agar tujuannya dapat dicapai secara efektif dan efisien.

B.     Tujuan Manajemen Pendidikan
Tujuan dari Manajemen Pendidikan adalah untuk mengedukasi para profesional yang bergelut dalam Bidang Pendidikan. Dengan mengambil jurusan ini, para profesional tersebut berharap untuk mengasah kemampuan mereka untuk berpikir kritis dan cepat. Kemampuan seperti ini sangat diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan di Bidang Pendidikan jaman sekarang. Jurusan ini mencakup bidang-bidang seperti pengaruh sosial terhadap pendidikan hingga peraturan-peraturan serta kewajiban yang harus ditaati dalam proses penyampaian pelajaran.
Untuk menekuni jurusan ini, minat dalam dunia pendidikan tidaklah cukup. Sebaiknya mempunyai sedikit pengalaman di bidang pendidikan. Ini dikarenakan untuk menyelesaikan kuliah dengan baik, paling tidak harus punya gambaran tentang moral dan etika dunia pendidikan. Ini akan memudahkan untuk memulai riset individual saat kuliah, dimana penelitian dan laporan tertulis akan menyumbangkan porsi nilai yang besar bagi hasil akhir.

C.    Prospek Kerja Manajemen Pendidikan
Untuk dapat bersaing di masyarakat modern, dimana generasi sekarang selalu dituntut untuk lebih maju dari generasi sebelumnya, permintaan untuk pendidikan yang berkualitas semakin meningkat. Pendidikan jaman modern ini tidak hanya sebatas mendapat nilai yang bagus di dalam pelajaran. Kemampuan seorang siswa untuk menerapkan teori-teori yang dipelajari di dalam dunia praktek nyata juga merupakan tanggung jawab dari seorang guru. Oleh karena itu, permintaan untuk tenaga-tenaga pengajar yang profesional dan bertanggung jawab selalu meningkat. Para lulusan dari jurusan ini tidak perlu khawatir akan kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah tamat kuliah nanti. Pendidikan adalah bidang yang sangat luas. Anda akan menemukan pekerjaan di berbagai bidang, misalnya di bidang pendidikan anak usia dini, sekolah menengah, bimbingan belajar, atau tenaga pelatih profesional di berbagai perusahaan besar.
Selain di bidang pendidikan swasta, para lulusan juga bisa bekerja dengan organisasi pemerintah untuk mengadakan penelitian di bidang pendidikan; misalnya mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi oleh dunia pendidikan masa ini dan cara-cara penanggulangannya, ataupun menyusun kurikulum yang lebih berpotensi, merombak sistem edukasi dan sebagainya.
Untuk menjamin mutu dan pendidikan yang selaras dengan perkembangan jaman, dibutuhkanlah seorang ahli yang bisa mengelola pendidikan. Dari situ lahirlah jurusan manajemen pendidikan. Lulusan manajemen pendidikan bisa bekerja di sektor pendidikan formal (sekolah, universitas, institusi pendidikan), informal seperti tempat les, penitipan anak, hingga memberi pelatihan atau training untuk perusahaan dan organisasi.
Menurut data statistik Biro Tenaga Kerja Amerika, tenaga ahli dalam manajemen pendidikan untuk sekolah dasar dan menengah dibayar $86,060 per tahun, sedangkan yang berkarir di bidang pendidikan anak usia dini dan penitipan anak mengantongi sekitar $46,370 per tahun. Bayaran lebih tinggi diberikan untuk mereka yang berkarir di bidang pendidikan tinggi, terutama pascasarjana, dengan pendapatan per tahun sekitar $92,920.
Secara umum, pekerjaan dari seorang lulusan manajemen pendidikan adalah menyusun kurikulum, struktur institusi, membuat peraturan, membuat anggaran dan laporan keuangan untuk pendidikan, hingga hal-hal manajerial seperti hubungan massa, menyelesaikan konflik, serta melatih staf dan murid. Untuk dapat menempati posisi manajerial, biasanya dibutuhkan gelar S2, karena dalam perkuliahan S2, masalah-masalah yang dihadapi dalam dunia pendidikan yang sebenarnya dibahas dengan lebih spesifik. Beberapa contoh pekerjaan yang bisa ditekuni oleh para lulusan jurusan manajemen pendidikan adalah sebagai berikut:
*      Administrasi Sekolah
*      Kepala Sekolah
*      Asisten Kepala Sekolah
*      Rektor Mahasiswa
*      Penyusun Kurikulum
*      Direktur Operasional
*      Manajer Fakultas
*      Dan lain-lain

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
·         Manajemen Pendidikan dalam kamus bahasa Belanda-Indonesia disebutkan bahwa istilah manajemen berasal dari “administratie” yang berarti tata-usaha. Dalam pengertian manajemen tersebut, administrasi menunjuk pada pekerjaan tulis-menulis di kantor. Pengertian inilah yang menyebabkan timbulnya contoh-contoh keluhan kelambatan manajemen yang sudah disinggung, karena manajemen dibatasi lingkupnya sebagai pekerjaan tulis-menulis.
·         Tujuan dari Manajemen Pendidikan adalah untuk mengedukasi para profesional yang bergelut dalam Bidang Pendidikan.
·         Beberapa prospek kerja lulusan jurusan manajemen pendidikan adalah sebagai berikut: Administrasi Sekolah, Kepala Sekolah, Asisten Kepala Sekolah, Rektor Mahasiswa, Penyusun Kurikulum, Direktur Operasional, Manajer Fakultas, Dan lain-lain.

B.     Saran
         Demikianlah makalah ini dibuat, kami menyadari dalam penulisan makalah ini banyak sekali kesalahan dan kekurangan, untuk itu kritik dan saran yang konstruktif demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Besar harapan kami, semoga makalah ini dapat memberikan baanyak manfaat bagi para pembaca pada umumnya dan khususnya bagi pemakalah.





MAKALAH MANAJEMEN PENDIDIKAN ’’ ‘’KONSEP DASAR MANAJEMEN ’’




MAKALAH MANAJEMEN PENDIDIKAN ’’ ‘’KONSEP DASAR MANAJEMEN ’’


BAB I
PENDAHULUAN

   A.    Latar Belakang.
       Manajemen sebagai ilmu yang dibutuhkan oleh manusia sebagai tatanan di dalam kehidupan baik secara individu maupun kelompok. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen yang merupakan ilmu perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian sumber daya untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

   B.     Rumusan Masalah
   1.      Apa pengertian manajemen?
   2.      Bagaimana unsur-unsur manajemen pendidikan?
   3.      Apa tujuan dan manfaat manajemen pendidikan?
   4.      Bagaimana pembagian manajemen?
   5.      Bagaimana komposisis keterampilan manajemen?
   6.      Bagaiman ruang lingkup manajemen?
   7.      Apa prinsip-prinsip manajemen pendidikan?

   C.    Tujuan Makalah
   1.      Untuk mengetahui pengertian manajement.
   2.      Untuk memahami unsur-unsur manajemen pendidikan.
   3.      Untuk mengetahui tujuan dan manfaat manajemen pendidikan.
   4.      Untuk memahami pembagian manajemen.
   5.      Untuk mengetahui komposisis keterampilan manajemen.
   6.      Untuk memahami ruang lingkup manajemen.
   7.      Untuk mengetahui prinsip-prinsip manajemen pendidikan. 

BAB II
PEMBAHASAN

   A.    Pengertian Manajemen Pendidikan.
  Manajemen pendidikan merupakan subjek yang sangat penting dalam organisasi yang berfungsi sebagai alat untuk menetapkan tujuan dan mempertimbangkan aspek positif antara masukan (input) atau keluaran (output) agar tercapai efektivitas organisasi dan produktivitas organisasi dengan memadukan semua jenis investasi yang dilakukan manajer dan pegawai dalam melaksanakan aktivitas sesuai dengan kapasitasnya dalam organisasi secara serasi dan seimbang.
   Pada perkembanganya, manajemen saat ini menjadi sebuah proses untuk membantu tercapainya efektifitas dan efisiensi dalam bekerja. Menurut pandangan, Hitt, Black, dan Porter bahwa :

1.      Management is process: it involves a series of actifities and operation, such a planning, deciding and evaluating.

2.      Management involves assembling as using sets of resources: human, financial, material and informational.

3.      Management involves acting in a goal directed manner to accomplish task.
4.      Managemen  involves activities successfully to achieve particular levels of desired results.
    Manajemen adalah proses inti (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan) sebagai langkah pemberdayaan seluruh sumber dan potensi manajemen baik manusia, metode, material, sarana dan prasarana maupun keuangan agar dapat mencapai tujuan organisasi. Dengan demikian bahwa manajemen mempunyai peranan sebagai berikut:
1.      Merumusksn atau mengoordinasikan perumusan visi dan misi organisasi serta menguraikan menjadi tugas pokok dan uraian jabatan setiap individu.
2.      Menyusun struktur dengan tugas pokok, fungsi-fungsi dan sasaran masing-masing unit organisasi.
3.      Menyusun sistem dan mekenisme kerja yang jelas baik di masing-masing unit organisme maupun antara unit organisasi.
4.      Merencanakan dan mengadakan sarana dan peralatan kerja termasuk gedung, peralatan kantor dan tempat kerja, serta alat-alat kerja lainya.
5.      Merencanakan  dan mengadakan karyawan atau perkerja untuk mengisi semua jabatan yang ada, masing-masing dengan kualifikasi yang sesuai dengan persyaratan jabatan.
6.      Mengoordinasikan pelaksanaan tugas di masing-masingunit organisasi.
7.      Mengawasi pelaksanaan tugas di semua unit organisasi.
  B.     Unsur-Unsur Manajemen Pendidikan.
       Setiap perusahaan memiliki unsur-unsur untuk membentuk sistem manajerial yang baik. Unsur-unsur inilah yang disebut unsur manajemen. Jika salah satu diantaranya tidak sempurna atau tidak ada, maka akan berimbas dengan berkurangnya upaya untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Unsur-unsur tersebut diantaranya sebagai berikut.
a)      Human (Manusia)
Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa adanya manusia maka tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja.
b)      Money (Uang)
Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.
c)      Materials (Bahan)
Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidak dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.
d)     Machines (Mesin)
Dalam kegiatan perusahaan, mesin sangat diperlukan. Penggunaan mesin akan membawa kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efisiensi kerja.
e)      Methods (Metode)
Dalam pelaksanaan kerja diperlukan metode-metode kerja. Suatu tata cara kerja yang baik akan memperlancar jalannya pekerjaan. Sebuah metode dapat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan dari sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusia itu sendiri.
f)       Market (Pasar)
Memasarkan produk tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor yang menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.
        Unsur- unsur manajemen menjadi hal mutlak dalam manajemen karena sebagai penentu arah perusahaan dalam melakukan kegiatan perusahaan. Selain itu, laporan keuangan juga menjadi penunjang dalam melaksanakan proses manajemen. Kini, Anda dapat membuat laporan keuangan dengan mudah menggunakan software akuntansi seperti Jurnal. Dengan menggunakan laporan keuangan dari Jurnal, Anda dapat lebih mudah melakukan kegiatan manajemen prusahaan hingga memudahkan dalam menentukan keputusan manajemen.
C.    Tujuan dan Manfaat Manajemen Pendidikan.
        Tujuan dan manfaat utama manajemen pendidikan adalah untukmelaksanaan suatu pembentukan kepribadian pelajar yang berdasarkan dengan tujuan dari pendidikan nasional dan tingkat perkembangan atau perbaikan untuk usia pendidikan. Secara umum ada beberapa tujuan dan manfaat manajemen pendidikan sebagai berikut.
a.       Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, menyenangkan, dan bermakna (PAKEMB).
b.      Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
c.       Terpenuhinya salah satu dari 5 kompotensi tenaga kependidikan ( tertunjangnya kompetensi manajerial tenaga kependidikan sebagai manajer ).
d.      Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efesien.
e.       Terbekalinya tenaga kependidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan ( tertunjangnya profesi sebagai manajer atau konsultan manajemen pendidikan ).
f.       Teratasinya masalah mutu pendidikan karena 80% masalah mutu disebabkan oleh manajemennya.
g.      Terciptanya perencanaan pendidikan yang merata, bermutu, relevan, dan akuntabel.
h.      Meningkatnya citra positif pendidikan. 

D.    Pembagian Manajemen.
Manajemen dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, tergantung dari mana kita melihatnya atau dari sudut mana kita meletakkan dasar pembagiannya. Secara berturut-turut, berikut ini akan dipaparkan seperti di bawah ini:
·         Manajemen tingkat atas (Top Management). Yang termasuk golongan ini adalah Direksi, Presiden Perusahaan dll.
·         Manajemen tingkat menengah (Midle Management). Yang termasuk dalam golongan ini adalah Kepala-kepala Bagian, Kepala Devisi, Kepala Seksi dll.
·         Manajemen tingkat bawah (Lower Management). Yang termasuk  kategori  ini   yaitu  Kepala  Mandor,  Mandor-mandor
Dari batasan di atas, jelas sudah bahwa di dalam suatu organisasi itu senantiasa terdapat beberapa manajer (top manager, middle manager, lower manager).
Masing-masing manajer itu secara universal mempunyai tugas yang sama, yaitu mendayagunakan semua sumber daya dalam rangka pencapaian suatu tujuan, namun walaupun demikian corak kegiatannya berbeda satu sama lain, tergantung pada levelnya atau tingkat-tingkatannya.

E.     Komposisi Keterampilan Manajemen
Menurut Robert L. Katz, seorang manajer harus memiliki minimal tiga keterampilan dasar. Keterampilan dasar inilah yang akan berkembang menjadi keahlian seorang manajer. Apa saja ketiga keterampilan dasar manajer tersebut? ini dia.
·         Keterampilan konseptual (conceptional skill), yaitu keterampilan seorang manajer dalam konsep pemikiran, ide, gagasan yang sangat berguna bagi penyusunan rencana dan pemecahan masalah nanti.
·         Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill), yaitu kemampuan seorang manajer untuk berinteraksi dengan orang lain. Karena dengan komunikasi dan interaksi yang baik dengan orang lain maka akan membawa dampak baik juga bagi manajer tersebut. 
·         Keterampilan teknis (technical skill), Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.
Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:
o   Keterampilan manajemen waktu, merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.
o   Keterampilan membuat keputusan, merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.

F.     Ruang Lingkup Manajemen.
1.      Berdasarkan wilayah kerja.
Berdasarkan lingkup wilayah kerjanya manajemen pendidikan dibagi menjadi 5 yaitu:
·         Manajemen pendidikan seluruh Negara.
Manajemen untuk tingkat nasional ini ditangani bukan hanya dengan pelaksanaan pelatihan pendidikan di dalam sekolah saja, tetapi juga pendidikan luar sekolah, penyelenggaraan pelatihan, pengayaan penelitian, ataupun pendidikan yang meliputi kebudayaan dan kesenian secara nasional.
·         Manajemen pendidikan dalam satu provensi.
Manajemen ini memiliki ruang lingkup yang meliputi wilayah kerja satu sebatas provinsi saja, yang dimana pelaksanaanya dibantu oleh petugas manajemen pendidikan yang berada di kabupaten dan dikecamatan.
·         Manajemen pendidikan dalam satu kabupaten atau kota.
Manajemen ini memiliki ruang lingkup yang hanya meliputi wilayah kerja satu kabupaten maupun satu kota saja.
·         Manajemen pendidikan satu unit kerja.
Manajemen hanya di titik beratkan pada satu unit kerja yang langsung dalam menangani pekerjaan pendidik.
·         Manajemen kelas.
Manajemen kelas sebagai suatu kesatuan kegiatan yang terkecil dalam manajemen pendidikan yang menjadi inti dari semua jenis manajemen pendidikan.
2.      Berdasarkan objek garapan.
Berdasarkan objek garapan, ruang lingkup manajemen pendidikan antara lain:
a.       Manajemen siswa.
b.      Manajemen personil sekolah
c.       Manajemen Kurikulum
d.      Manajemen Prasarana
e.       Manajemen Ketata usahaan sekolah
f.       Manajemen Anggaran
g.      Manajemen Lembaga atau organisasi pendidikan
h.      Manajemen Hubungan masyarakat atau manajemen komunikasi pendidikan
3.      Berdasarkan fungsi atau urutan kegiatan.
a.       Merencanakan
b.      mengorganisasikan
c.       mengarahkan
d.      mengkoordinasikan
e.       mengkomunikasikan
f.       mengawasi maupun mengevaluasi.

G.    Prinsip-Perinsip Manajemen Pendidikan
Untuk menjamin  keberhasilan sebuah usaha maka manajemen harus dilaksanakan berdasarkan perinnsip-prinsip manajemen. Dari sekian banyak prinsip manajemen yang dapat diajarkan dan dipelajari oleh calon manajer, yaitu sebagai berikut:
                                                              i.      Prinsip pembagian kerja.
Bila suatu usaha berkembang, maka bertambalah pula bidang-bidang pekerjaan yang harus ditangani. Maka pembagian kerja diantara semua orang yang bekerja sama dalam suatu usaha tersebut menjadi sangat penting. Dalam pembagian kerja perlu diperhatikan penempatan orang-orang yang sesuai dengan keahlian, pengalaman, kondisi fisik, dan mentalnya. Tujuan pembagian kerja adalah agar dengan usaha yang sama dapat diperoleh hasil kerja yang terbaik. Pembagian kerja dapat membantu pemusatan tujuan, di samping juga merupakan alat terbaik untuk memanfaatkan individu-individu dan kelompok orang sesuai dengan bidang keahlianya masing-masing.
                                                            ii.      Prinsip Wewenang dan tanggung jawab.
Setiap orang telah diserahi tugas dalam suatu bidang pekerjaan tertentu dengan sendirinya memiliki wewenang untuk membantu memperlancar tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Antara wewenang dan tanggung jawab harus seimbang, sehingga setiap orang dapat memberikan tanggung jawab sesuai dengan wewenang yang diberikan kepadanya.
Wewenang merupan hak memberikan perintah dan kekuasaan meminta kepatuhan dari yang di perintah. Wewenang ada dua macam, pertama wewenang pribadi yang bersumber kepada kepandaian, pengalaman, nilai norma, dan kesanggupan memimpin, kedua wewenang resmi yang diterima dari instansi yang lebih tinggi. Wewenang resmi diperoleh dari atasan tidank akan mendukung tugas-tugas seseorang jika diimbangi dengan wewenang pribadi.
Tanggung jawab adalah tugas dan fungsi-fungsi atau kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang petugas. 
                                                          iii.      Prinsip Tertib dan disiplin
Sebuah usaha yang dilakukan dengan tertib dan disiplin akan meningkatkan kualitas kerja, peningkatan kualitas kerja akan pula menaikan mutu hasil kerja sebuah usaha. Hakekat kepatuhan yaitu disiplin, yakni melakukan apa yang sudah disetujui bersama antara pemimpin dan para pekerja, baik pesetujuan yang tertulis, lisan maupun yang berupa peraturan-peraturan atau kebiasaan-kebiasaan.
                                                          iv.      Prinsip Kesatuan komando
Untuk setiap tindakan petugas harus menerima perintah dari seorang atasan saja, jika tidak wewenang harus dikurangi, disiplin terancam, ketertiban terganggu,dan stabilitas akan mengalami ujian. Jika perintah datang dari hanya satu sumber, maka setiap orang juga akan tahu kepada siapa ia harus bertanggung jawab sesuai dengan wewenang yang telah diberikan kepadanya.
                                                            v.      Prinsip Semangat kesatuan
Makna peribahasa jawa ‘rukun agawe santosa’ atau persatuan adalah kekuatan yang telah kita pahami sejak lama. Hal ini dipahami oleh setiap kelompok yang hendak melakukan usaha bersama. Dengan perkataan lain, dalam sebuah usaha bersama, setiap orang harus memiliki jiwa kesatuan.
                                                          vi.      Prinsip Keadilan dan kejujuran          
Semangat kesatuan hanya dapat dibina jika prinsip keadilan dan kejujuran diterapkan dengan baik sehingga setiap orang dapat bekerja dengan sungguh-sungguh dan setia. Keadilan dituntut dalam penempetan tenaga kerja yang harus benar-benar dipertimbangkan berdasarkan pendidikan, pengalaman, dan keahlian seseorang. Sedangkan kejujuran dituntut agar masing-masing orang bekerja prtama-tama untuk kepentingan bersama dari usaha yang dilakukan, dan bukan mendahulukan kepentingan pribadi.

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
          Manajemen pendidikan merupakan subjek yang sangat penting dalam organisasi yang berfungsi sebagai alat untuk menetapkan tujuan dan mempertimbangkan aspek positif antara masukan (input) atau keluaran (output) agar tercapai efektivitas organisasi dan produktivitas organisasi dengan memadukan semua jenis investasi yang dilakukan manajer dan pegawai dalam melaksanakan aktivitas sesuai dengan kapasitasnya dalam organisasi secara serasi dan seimbang.

DAFTAR PUSTAKA
·         Dani, Zulkarnain. 2017. Manajemen Mutu Madrasah,Yogyakarta: Pustaka Belajar.
·         Fahmi, Irham. 2014. Manajemen (Teori, kasus, dan solusi), Bandung: Alfabeta, cv.
·         Fattah, Nanang. 2000. Landasan Manajemen Pendidikan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
·         Usman, Husaini. 2011. Manajemen: Teori,Praktek dan Riset Pendidikan, Yogyakarta: Bumi Aksara.